Walikota Malang serahkan bantuan Alsintan Mini Combine Harvester

IMG_0520
Tiga kelompok tani di Kota Malang mendapatkan bantuan mesin pemanen padi (combine harvester) dari pemerintah, Senin (3/10/2016).
Mereka yang mendapatkan bantuan mesin pemanen itu adalah Gapoktan Unggul Makmur Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang, Sri Murni Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun, dan Tani Mukti V Kelurahan Bakalankrajan Kecamatan Sukun.
Selain bantuan berupa mesin pemanen, pemerintah juga menggelontorkan bantuan alat penyemprot (hand sprayer) ke empat kelompok tani, yakni Rukun Makmur II Kelurahan Tasikmadu Kecamatan Lowokwaru, Unggul Makmur, Sri Murni, dan Melati II Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. Terdapat 13 alat penyemprot yang diberikan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Malang Hadi Santoso bantuan itu berasal dari Kementerian Pertanian dan Provinsi Jawa Timur.
“Bantuan ini dalam rangka mempercepat proses usaha pertanian, meningkatkan produksi, dan supaya hasil panen lebih efektif,” ujar Soni, panggilan akrabnya kepada Surya, Senin (3/10/2016).
Soni mengakui jika produksi gabah di Kota Malang masih jauh di bawah kebutuhan beras di Kota Malang. Target produksi gabah kering giling (GKG) Kota Malang tahun 2016 sebanyak 14.500 ton GKG. Sementara kebutuhan beras warga Kota Malang mencapai 101.000 ton. Akibatnya, Kota Malang mendatangkan pasokan beras dari daerah lain.
IMG_0498
“Karenanya juga, kami berusaha terus menggenjot produksi gabah. Target ini sudah lebih tinggi dibandingkan produksi tahun kemarin yang mencapai 13.500 ton. Sejumlah cara yang kami lakukan antara lain menghimbau kepada petani supaya tidak menjual tanah sawahnya. Kami juga lakukan peningkatan produksi melalui pemilihan varietas padi yang bagus, dan efisiensi ketika panen dengan memakai teknologi pertanian,” tegas Soni.

Masa tanam padi juga akan ditingkatkan dari saat ini 2,5 kali dalam setahun akan menjadi tiga kali setahun.
Peralatan pertanian yang diberikan kepada kelompok tani itu, lanjutnya, menjadikan proses panen lebih efisien. Pemanenan satu hektare bisa selesai satu hari hanya dengan memakai satu alat pemanen tersebut. Bulir padi juga tidak banyak tersisa di batang. Mesin pemanen padi itu perpaduan dari alat pemotong padi, hingga memisahkan bulir padi dari jeraminya dan langsung tersimpan di zak penyimpan.
Ketua Poktan Tani Mukti V Supardi mengakui mesin pemanen padi itu akan sangat berguna bagi petani. Kelompok tani itu berisikan 26 orang petani. ‘Karena mesinnya hanya satu, jadi akan dipakai bergantian. Lebih efisien memakai mesin ini. Kalau secara manual, memanen padi 1 hektare bisa beberapa hari namun dengan mesin ini sehari sudah selesai. Ongkos panennya juga akan lebih murah,” tegas Supardi.
Mesin pemanen padi itu merupakan mesin yang baru kali ini dimiliki oleh kelompok tani di Kota Malang.

Scroll to Top